Minggu, 23 April 2017

Politisasi Islam Ala Rizieq Shihab Diputaran Ke II Pilgub DKI




Jakarta - Belum lama ini, 19 maret 2017 Rizieq Shihab berkhutbah di lapangan Ahmad Yani yang pada awalnya menyampaikan bahwa dia tidak bermaksud melecehkan Pancasila, Makar, dan Anti Pemerintahan. Namun pengantar ceramah yang bagus itu, tetap saja berakhir bernuansa politik “ Pilkada DKI Adalah Soal Membela Agama”.


Rizieq Shihab menyampaikan sekarang bukan masalah Anis dan Ahok, tapi antara ”Penista Agama dan pembela agama”. Walaupun lama tak muncul setelah kasus perzinahan antara Rizieq Shihab dan Firza Husein viral di media sosial, sekali muncul tetap membawa roh kebencian dan memecah belah umat.


Habib Rizieq menegaskan hari pencoblosan Pilkada DKI, 19 April 2017 bukan hanya soal politik semata. Tetapi juga pertarungan antara pembela agama dengan penista agama dan para pendukungya (JPNN.COM), dan gerakan lainnya adalah “Tamasya Almaidah“ yang pada intinya sama adalah mencampuradukan agama dan politik.


Apa latar belakang Rizieq berkhutbah seperti itu, analisa kami mungkin ada dendam pribadi terhadap Ahok. Namun kiranya Rizieq Shihab yang terhormat jangan memecah belah dan mencampuradukan antara “Agama dan Politik” atau “Dendam Pribadi dengan Agama”. Karena akibatnya negara kita sediri yang akan hancur dan merugi serta menanggung akibatnya.


Sebagaimana Allah SWT berfirman “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujarat-ayat13).


Apabila kita melihat Firman Tersebut, niscaya Allah SWT memerintahkan kita untuk jaga persatuan, persahabatan, dan kerukunan antara sesama manusia. Dalam pada itu "Rasul pernah membentuk kontrak politik dengan semua unsur, dengan semua komponen masyarakat melalui Piagam Madinah untuk mempersatukan, untuk kesatuan. Ini jelas sekali bahwa ajaran Islam, umat Islam menghargai kemajemukan suku, kemajemukan golongan, beraneka macamn agamanya," kata Presiden (9/01/17 Bergelora.com).


Pada akhirnya kita harus bersatu padu untuk Indonesia, bagi yang senang memecah belah (Rizieq Shibab) alangkah baiknya bertaubat dan lebih baik anda mengajarkan umat muslim untuk memiliki ahlaq yang baik dalam mengisi pembangunan di Indonesia ini. Berhentilah mengintimidasi politik dengan membawa-bawa nama Agama, umat Islam sudah tahu siapa anda sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About