Selasa, 30 Mei 2017

AROGANSI ORMAS FPI: RIZIEQ TERSANGKA, RIZIEQ MENGGERTAK



Jakarta- Pasca penetapan Rizieq Shihab tersangka, sudah bisa diduga dan dipastikan bahwa antek-antek dan cyber army-nya bergerak menyerang balik dan mengintimidasi negara dengan akan mendatangkan 5 juta orang mengawal kedatangan Rizieq dari negara asalnya. 




Berulangkali disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin berharap tak ada aksi ataupun demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung Rizieq atas penetapan tersangka tersebut. 




Namun Rais Aam PBNU ini juga meminta kepada kepolisian agar dapat bersikap transparan dalam kasus ini sehingga tak terjadi salah paham. Lebih baik ikuti proses hukum dan nanti akan tahu kebenarannya. 




Senada dengan tokoh tokoh muslim lainnya dan pemimpin pesantren, jangan bikin gaduh negara dan hadapi hukum itu, karena dengan dihadapi bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi.




Membingunkan lagi, umat muslim pendukung Rizieq Shihab ini umat yang mana atau FPI saja, karena umat muslim itu mampu menjaga toleransi dan mempertahankan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI dari sebelum dan pasca kemerdekaan sehingga Indonesia bertahan sampai sekarang.




Pusingnya lagi Rizieq Shihab ini selalu membungkus sesuatu dengan rasa keislaman dan religius, apa semuanya sudah lupa beberapa kejahatan dan intoleransi yang telah dibuat oleh Rizieq Shihab dan FPI kepada masyarakat serta cara bar-bar FPI sehingga kita harus mengelus dada.




Senyaman apa yang dirasakan masyarakat jika dia (Rizieq Shihab) kembali dan membuat gaduh bangsa Indonesia secara terus menurus, penulis yakin anda semua “CINTA DAMAI DAN INGIN MENCARI NAFKAH BUAT KELUARGA DENGAN LAYAK SEBAGAI BEKAL UNTUK KEHIDUPAN DIDUNIA DA AKHIRAT”. Lebih baik pindah saja dan kembali kewarganegara aslinya, Dia kan orang Arab.




Lalu, sebagaimana biasanya orang yang dijadikan tersangka, akan segara bertaubat bukan menggertak dan membuat ulah. 




Bercermin kepada teori kriminologi Pilihan Rasional, dimana Rizieq Shihab sudah tahu resiko kejahatannya ketika berhadapan hukum, maka resiko terburuk kredibilitas Rizieq Shihab hancur dan masyarakat mengucilkannya.




Dengan begitu lebih baik Rizieq Shihab memilih meggertak agar Negara takut, dan dia bebas serta tidak terhina.




Inilah resiko yang paling kecil menurut Dia, walaupun harus mengorbankan agama, umat dan negara, asalkan kepentingannya terpenuhi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Arsip Blog