Minggu, 28 Mei 2017

KONFLIK KEPENTINGAN LEMBAGA SUPERBODY KPK VERSUS BPK


Jakarta - KPK adalah lembaga ad-hoc yang di bentuk pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan korupsi  yang massif dan sistemik di Indonesia. KPK juga menjadi satu-satunya lembaga yang mempunyai kewenangan luar biasa baik dari sisi penyadapan maupun penyidikan (satu atap).

Namun ada satu hal yang dilupakan yaitu siapa pengawas KPK dalam menjalankan tugasnya, walaupun personil KPK dinilai mempunyai integritas yang tinggi, tapi KPK juga manusia tidak luput dari kesalahan dan bisa salah juga karena KPK bukan malaikat melainkan manusia.

KPK menjadi lembaga super body sekaligus lembaga dengan kesalahan yang melekat, karena  saat ini bekerja tanpa pengawasan. 

Beberapa hari yang lalu dikabarkan KPK telah menangkap anggota BPK diduga terlibat gratifikasi, sebagaimana di tempo.co diberitakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jumat, 26 Mei 2017. Anggota III BPK Achsanul Qasasi membenarkan penangkapan tersebut.

Penangkapan diduga terkait dengan audit di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari KPK maupun BPK hal ihwal kronologis penangkapan tersebut. 

Keberhasilan-keberhasilan KPK atas operasi tangkap tangan, menyebabkan KPK diyakini  salah satu lembaga korupsi yang eksis dan terpecaya di Indonesia, Akan tetapi sampai sekarang tidak pernah ada yang mempertanyakan, apakah penangkapan itu terkait dengan kesalahan KPK, sehingga untuk menutupinya mencokok duluan atau benar-benar murni suatu kesalahan perseorangan yang terkena OTT.

Berbicara tentang BPK adalah suatu lembaga Badan Pemeriksaan Keuangan yang bisa memeriksa lembaga manapun yang dibiayai oleh negara termasuk KPK. Belum lama ini   lembaga BPK mengeluarkan Laporan Hasil  Permeriksaan terhadap laporan keuangan KPK, rencananya temuan BPK atas laporan keuangan KPK akan di ekspos saat rapat Hak Angket DPR.

Temuan BPK tersebut, jika dibongkar pada Hak Angket  akan berpengaruh terhadap kredebilitas  KPK sendiri, apakah lantaran ini KPK mencokok BPK agar temuannya  tidak di ekspos pada Hak Angket DPR mendatang, atau murni BPK menjadi target OTT KPK. 
Jika  itu benar, maka KPK menjadi komisi pembunuh karakter integritas sebuah lembaga BPK dan KPK menjadi komisi sebelum ditembak harus menembak duluan demi menjaga nama baik KPK. 

padahal di KPK sendiri telah  terjadi penyimpangan keuangan yang selama belum pernah terbongkar, atau jangan-jangan unggahan youtube dan media sosial, ada seseorang yang mengaku dibayar KPK untuk memberikan kesaksian palsu benar adanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Arsip Blog