Rabu, 28 Juni 2017

"Resolusi Jogja" Presidium Alumni 212 Ambisi Politik vs GNPF-MUI Yang Cinta Damai


Jakarta - Begitu bangganya Ketua GNPF-MUI Bachtiar Natsir usai ketemu Jokowi, dan berulang-kali menyampaikan “Bukan Ketemu Tapi Menggagas Bedialog dengan Presiden Jokowi “ saat wawancara dengan TV Muhamadiyah, selasa (27/06/17).

Perjuangannya merupakan pra-rekonsiliasi atau pra-dialog antara Tim 7 GNPF-MUI di pimpin Bachtiar Natsir dengan Presiden Jokowi, untuk mencari solusi bangsa dari kegaduhan selama ini yang berujung kepada perpecahan, kerusuhan, konflik horizontal, dan disintegrasi bangsa serta mengancam keuntuhan NKRI.

Perlu di ingat bahwa perjuangan GNPF-MUI tidak sendiri, namun ada beberapa elemen GNPF-MUI yang tergabung dalam Presidium Alumni 212 yang turut serta menyukseskan #Aksi 411, 212, 313 dan 96 dan Tidak setuju bertemu dengan Presiden, dan membuat "Resolusi Jogja" ujar Ketua Presidium Alumni 212 Ansfuri Sambo, Rabu (28/06/17).

Sehingga inisiatif Bachtiar Natsir tidak diterima oleh elemen GNPF-MUI lainnya atau yang tergabung dalam Presidum Alumni 212 dan akhirnya mereka bersitegang. Pasalnya Bachtiar Natsir seolah-olah bertindak sebagai pahlawan sendiri, sudah meninggalkan dan tidak melibatkan semua komponen anak bangsa seperti ulama, aktivis, tokoh nasional dan purnawirawan TNI, tegas Sambo, Rabu (28/06/17).

Selain itu pertemuan seharusnya dilakukan di tempat yang netral bukan di Istana Negara dan harus bersifat terbuka (diliput serta disiarkan media) sehingga umat dan rakyat tahu apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut, sehingga tidak ada deal-deal dibelakang layar atau tidak ada dusta di antara kita, ujar Sambo (28/06/17).

Sambo juga menegaskan jika syarat diatas tidak terpenuhi maka tidak ada gunanya rekonsiliasi atau dialog tersebut. Solusinya untuk menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran, perpecahan dan konflik horizontal harus diselesaikan dengan cara sebagai berikut:

1. REVOLUSI KONTITUSIONAL Melalui jalur Komnas HAM & DPR RI, atau jika cara ini mentok maka
2. PEOPLE POWER sebagai solusi akhir dimana yang semuanya tetap dilakukan dgn cara DAMAI, AMAN & KONSTITUSIONAL

Dengan demikian cara-cara Bachtiar Nastir untuk berdialog sudah tidak sejalan dengan Sambo, karena Sambo curiga GNPF-MUI mempunyai deal-deal dengan pemerintah diluar sepengatahuan Sambo dan teman-teman seperjuangannya.

Penekanan Sambo terkait rekonsiliasi bangsa ini, berada pada penggunaan kekuatan massa untuk menekan dan melakukan revolusi terhadap pemerintahan yang ada.

Intinya elemen GNPF-MUI yang tergabung dalam Presedium Alumni 212 tidak setuju ketemu presiden, karena punya agenda sendiri, terutama dalam agenda politik pada 2018 dan 2019.

Sedangkan elemen GNPF yg bertemu presiden tidak punya agenda politik. Selain itu Natsir bersama 6 orang lainnya menggunakan cara-cara berdialog untuk mencari solusi terbaik agar indonesia lebih aman dan damai demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Jumat, 16 Juni 2017

Fakta Politisasi Kasus Rizieq Shihab Sangat Nyata



KHALIFAH : Sudah genap 52 Hari kepergian Habib Rizieq Shihab dari Indonesia, dan juga sudah 19 hari semenjak beliau di tetapkan jadi tersangka kasus chat sex WA dengan Firza Husein. Namun sang Imam Besar belum memberi tanda akan kepulanganya ke Indonesia.




Menjadikanya buronan Negara pun tidak menyurutkan tekad rizieq untuk tetap tinggal di Arab Saudi lebih lama lagi, pengacara Eggi Sudjana berdalih bahwa sang Imam Besar mendapatkan VISA UNLIMITED dari Pemerintah Arab Saudi kepada Detik.com, Senin (12/6). Lucunya kesokan harinya (13/6) pernyataan pengacara sekelas Eggi Sudjana di permalukan oleh rekanya Kapitra “Ha ha ha (tertawa), itu keliru (visa unlimited)” kepada Suara.com, Selasa (13/6/2017).




Kembali ke kasusnya, sekarang Rizieq Shihab mengatakan bahwa kasusnya dipolitisasi oleh pemerintah. Lewat pengacaranya Kapitra Ampera, rizieq shihab mengatakan kasusnya itu merupakan politik balas dendam karena kekalahan pilkada dan di penjaranya seorang Ahok (Tempo.co)




Hal ini semakin menjadikan bahwa kubu Rizieq Shihab kehabisan akal untuk menghindar dari jerat Hukum Indonesia, padahal ketika pilkada berlangsung mereka tidak segan – segan mempolitisasi masjid yang dijadikan tempat kampanye, bahkan mayat sekalipun di ancam mereka.




Politisi PDIP Eva Kusuma Wulandari sampai mengatakan “"Ahli politisasi (agama) kok takut politisasi ya?" kata Eva kepada Warta kota, Selasa (16/5/2017).




Namun saya tidak akan membahas pilkada, penulis lebih concern kepada beberapa politisi Indonesia yang secara hampir bersamaan pergi ke Arab Saudi, seperti Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto, anggota DPR fraksi PKS, serta Aktor Utama Pelengseran Presiden Gus Dur yaitu Amin Rais (TRIBUNNEWS.COM).




Mungkin karena yang terhormat para politisi ini takut akan berubahnya Rizieq Shihab menjadi Nazarudin ke- 2, yang tak segan membongkar semua dalang kecurangan pilkada maupun kegaduhan yang selama ini menerpa Indonesia. Jikalau sang Imam Besar sampai di tangkap Kapolisian karena perbuatanya.




Kita orang awam pun tidak mengerti apa tujuan mereka Umroh secara hampir bersamaan tersebut, namun aroma “menyusun rencana” sangat kental agar Rizieq Shihab lepas dari jerat hokum karena ditakutkan menjadi “Nazarudin II”. Atau bisa jadi menyusun rencana politis untuk menyambut 2018 yang akan di adakan Pilkada serentak dan juga Pilpres 2019. Rencana akan menggunakan masjid dan mayat untuk digunakan kembali, atau hal – hal yang berbau agama lain yang dapat di jadikan senjata untuk kepentingan politik menjijikan mereka?




Jadi siapa yang sebenarnya mempolitisasi kasus Rizieq? Pemerintah atau Rizieq itu sendiri? Gunakan kecerdasan yang kita miliki, “jangan hanya mengintip dari lubang kunci sebuah pintu yang terbuka lebar.” Penulis pamit.

Senin, 12 Juni 2017

KRIMINALISASI ULAMA AKAL-AKALAN RIZIEQ AGAR DI BELA UMAT


Jakarta - Langkah strategi Rizieq Shihab dalam menghadapi proses tindak pidana yang menjeratnya adalah melemparkan isu "Kriminalisasi Ulama", karena langkah itulah yang memungkin Rizieq Shihab mendapat dukungan umat dengan dalih "Aksi Bela Islam dan Ulama".

Namun, lagkah strategi Rizieq Shihab melalui Sambo diluar predeksi Aksi 96 dengan mengusung Aksi Bela Islam dan Ulama itu diluar prediksi, massa yang datang hanya sekitar 150 orang padahal sesumbarnya 7 juta orang, tapi boleh juga Rizieq Shihab sengaja mengukur berapa orang yang menjemput di bandara, dengan uji coba aksi 96, kalau memang banyak pasti berani pulang.

Melihat jumlah peserta yang mengikuti aksi 96, menunjukkan indikasi bahwa masyarakat sudah cerdas menentukkan mana "Aksi Bela Islam" mana "Aksi Bela Rizieq". 

Masyarakat tidak mau lagi di benturkan dengan kepentingan Rizieq dan akan berpikir dua kali bahwasannya bukan bela ulama tapi Aksi Bela Rizieq Shihab. Selanjutnya masyarakat sudah menilai bahwa kasus merupakan Rizieq kriminal biasa dan tidak ada kaitannya dengan ulama. 

Hal itu juga dikuatkan pernyataan Menkopolhukam Wiranto pada Republika.co.id menilai istilah pengunaan kata kriminalisasi ulama, tidak tepat digunakan, pemerintah tidak akan melakukan proses hukum kepada seseorang jika tidak ada masalah hukum yang menyertai, Jumat (9/06/17).

Ketua MUI Ma'aruf Amin juga secara tegas penetapan tersangka Rizieq tidak ada kaitannya dengan ulama (30/5/17). Selain itu Din Syamsudin mengatakan pada merdeka.com bahwa kasus Rizieq tidak ada kaitannya dengan ulama itu hanya istilah dan isu yang muncul namun tidak besar (31/5/17).

Selanjutnya Menteri Agama juga menilai sama dengan tokoh tokoh agama lainnya bahwa kasus Rizieq adalah kriminal biasa, siapa yang berbuat harus bertanggung jawab dan jangan harap diperlakukan secara istimewa dan khusus, karena semua warga negara sama kedudukannya dalam hukum. 

Beberapa pendapat di atas sudah cukup menjawab isu yang dilemparkan Rizieq Shihab bahwa "Kriminalisasi Ulama" itu tidak ada, hanya akal-akalannya saja, dan sengaja dikaitkan dengan Aksi Bela Islam dan Ulama agar banyak dukungan serta simpati, yang tujuannya berkelit dari perkara yang sedang dihadapinya.

ADE ARMANDO TANTANG RIZIEQ SHIHAB “MUBAHALAH”


Jakarta- Ade Armand melalui akun Facebooknya, Ahad 16 Ramadhan 1438 H (11 Juni 2017), sudah mempublis tantangan MUBAHALAH pada kasus "chat".

“Ya Allah, bila Rizieq tidak mengirimkan chat mesum itu, azablah saya. Bila Rizieq benar mengirimkan chat mesum, azablah Rizieq."

Sebelumnya pun beredar Muhabalah yang dilakukan Rizieq Shihab, sebagaimana dilansir kumparan.com, Selasa (30/5/2017) berikut ini:

“Demi Allah, Alhamdulillah, sejak saya memasuki usia taktif hingga saat ini, saya tidak pernah mencuri, merampas, merampok, membunuh, berjudi, meneggak miras, sodomi ataupun berzina”.

Namun ada sedikit perbedaan Mubahalah antara Ade Armando dengan Rizieq Shihab, Ade Armando secara terbuka dan berani menantang Mubahala Rizieq Shihab melalui Akun Facebooknya, sedangkan Rizieq Shihab hanya melalui pengacaranya saja.

Jika Rizieq Shihab benar-benar berani Mubahalah, hitungan detik harusnya sudah merespon tangtangan Ade, namun sampai hari ini belum ada respon mengenai tantangan tersebut, takutnya Rizieq tidak berani kerena benar-benar melakukan Chat Mesum.

Selanjutnya tantangan Ade Armando pun langsung di-Amin-kan netizen ramai ramai , dari seluruh komentar di Facebook tersebut hampir 99% menyatatakan keinginan Rizeiq Shihab terkena Adzab dari Allah terkait Mubahallah Ade Armando Jika Rizieq Shihab Berani menerima tantanganya.

Rupanya sekarang ini sudah banyak secara berani dan frontal menantang Rizieq Shihab, walaupun loyalis Rizieq tengah melakukan Persekusi, akan tetapi semakin membuka lebar perlawanan dari masyarakat bahwa cara-cara itu tidak dibenarkan baik secara Islam dan Hukum.

Jumat, 09 Juni 2017

PERBEDAAN ULAMA INDONESIA DAN ULAMA ALA FPI

Perbedaan Ulama Indonesia dengan Ulama FPI
mana yang lebih Menyejukan dan Damai

Jakarta - Istilah ulama di Indonesia sekarang ini telah mengalami distorsi pasca Pilkada DKI Jakarta 2017, baik secara terminologi maupun secara fakta.




Ulama dalam bahasa Arab berarti “Ilmuwan, peneliti, dan sarjana”, kemudian diserap dalam Bahasa Indonesia menjadi orang yang ahli dalam Ilmu agama Islam. Sementara Sabda Nabi Muhammad SAW “Al-ulama’Warasatul Anbiya” atau ulama dapat di artikan “pewaris perjuangan Nabi”.




Rasullah SAW mengajarkan kesantunan, murah senyum dan ramah kepada siapapun , dermawan dan berahlak mulia. Nabi tiak pernah berkata kasar dan menebar benci, maka jika ada Ulama yang berlawanan dengan perilaku Nabi bukan Ulama. 




Fenomena di Indonesia yang saat ini terjadi, pada umumnya masyarakat Indonesia mengenal ulama seperti: Panggeran Diponegoro, Maaruf Amin, Mbah Anom, Habib Lutfi, Said Aqil, Zainudin MZ, dan banyak ulama lainnya. 




Sekarang ini muncul Ulama baru versi FPI, dan mungkin diakui oleh sekelompok orang bahkan ulama versi FPI ini disucikan dan dikultuskan terbebas dari dosa serta tidak pernah berbuat dosa atau ulama yang paling superbenar walaupun menyimpang dari perilaku Nabi. 




Adapun ulama-ulama versi FPI menurut H Mustofa Ketua Majelis Masjid Al-Ikhlas Jakarta Barat adalah “ Habib Rizieq, Habib Novel, Habib Munarman, dan Habib Sambo”. Imbuhnya Jumat (9/6/17). 




Keempat orang ini mengklaim sebagai Ulama dan Pewaris Nabi, yang katanya sedang di Dzolimi dan menyerukan umat untuk membelanya, kegiatannya dinamakan Aksi Bela Ulama, yang terbaru Aksi 96, ujar H Mustofa, Jumat (9/6/17), (Baca berbagai media).




Inilah letak distorsinya sekaligus menjadi pertanyaan, jadi siapa ulama yang sebenarnya? Apakah Ulama versi masyarakat Indonesia atau ulama versi FPI. 




Ketua Majelelis Islam Bersatu KH Hasyim mengatakan hal ini harus diketahui oleh seluruh umat, agar tidak salah kaprah dan di adu domba terkait Isu dan istilah Ulama baik secara terminologi maupun fakta. 




Selain itu menyoroti ceramah Rizieq Shihab yang beredar di medsos pada hari kamis (8/6/17), Rizieq mengatakan “para Habaib dan Ulama bersatu untuk aksi bela Ulama dan Agama”, secara tegas kami menyatakan ulama yang mana bersatu, itu hanya karangan Rizieq, masa keempat orang itu disetujui sebagai ulama di Indonesia. Ujarnya Jumat (9/6/17).




KH Hasyim juga mengatakan yang saya tahu Ulama ini bersatu untuk merekatkan NKRI dengan Pancasila, yakni ulama-ulama yang mengajak kepada kedamaian, sopan santun, dermawan, dan saling memaafkan, bukan “menghardik, menebar kebencian, dan menghalalkan segala bentuk kekerasan terlebih kepada ‘Anak dan Wanita’”.

Kamis, 08 Juni 2017

Menejemen Istiqlal Keluarkan Maklumat Larang Aksi 96



JAKARTA : Management Masjid Istiqlal memberikan surat maklumat yang berisi tentang penolakan kepada ketua presidium alumni 212 yang akan menggunakan masjid Istiqlal untuk acara aksi 96 besok, Jumat (9/6/2017).

Dalam surat tersebut tertulis bahwa permintaan dari ketua alumni 212 yang berencana akan menggunakan masjid istiqlal dalam acara aksi 96 pada Jumat (9/6) besok tidak dapat dipenuhi karena di tanggal yang sama masjid istiqlal akan digunakan untuk agenda rutin mingguan usai solat jumat.

Berikut Isi Maklumat yang berisi tentang penolakan aksi 96 di masjid Istiqlal tersebut.

Assalmualaikum Wr Wb

Memperihatikan Surat saudara NO 06/I/PA 212- ext /VI/ 2017 tanggal 4 Juni perihal saya tertera di pokok surat dengan ini kami sampaikan :

1. Terimakasih perhatian saudara kepada Masjid Istiqlal, Semoga kegiatan yang dilakukan persedium 212 selalu sukses dan mendapatkan ridho allah swt.

2. Berkaitan, dengan permohonan saudara, kami mohon maaf tidak dapat pertimbangkan karena pada hari tanggal tersebut digunakan untuk kegiatan rutin Masjid Istiqlal setelah jumat.

Demikian harap maklumi

Wasalamualaikum Wr. wb

AN KETUA BADAN PENGLOLAH MASJID ISTIQLAL 
SEKERTARIS

H RUSLI EFFENDI SPD, SE, MSI

HOAX RIZIEQ TERBARU JAKARTA TIDAK KONDUSIF, MAKA PILIH TINGGAL DI ARAB


Jakarta- Pernyataan Rizieq Shihab melalui pengacaranya Sugito pada megapolitan.com (8/7/17) menyebut Rizieq berencana pulang ke Tanah Air pada 17 Ramadan atau 12 Juni mendatang. Namun “suasana di Jakarta belum kondusif dan hukum masih memaksakan kehendak, ini (Habib Rizieq) tidak jadi pulang, kan sudah ada visa long stay,” sehingga pilih di Arab ujarnya.


Namun sebaliknya ketua DKM Masjid Al-Ihsan di Penjompongan H Mansyur mengatakan “apa tidak salah kalau jakarta tidak kondusif, perasaan setelah dia (Rizieq Shihab) tidak ada malah kondusif, dan kalau bisa jangan hanya long-stay tapi pindah aja jadi warga negara Arab agar Jakarta dan Indonesia kondusif, Ujarnya Kamis (8/7/17).


Mansyur juga menegaskan, walaupun saya hanya DKM tapi sekali sekali boleh berbicara, “pesan saya terhadap saudara Rizieq Shihab jangan mengada-ngada dan membuat kebohongan publik, ngakunya Ulama tapi kelakuan kaya Dazal, masa jakarta Aman dibilang tidak kondusif”, imbuhnya dipelataran mesjid Penjoopongan.


Mansyur juga mengatakan pernyataan Rizieq Shihab melalui Sugito tentang Jakarta tidak kondusif karena dia takut di tangkap kasus pornografi, ngapain takut hidup cuman sekali, kalau memang salah ya tebus dosa di dunia sehingga mudah di akhirat, jangan tambah dosa lagi dengan bohongin umat Islam”, Ujarnya.


Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) Said Aqil Siradj ada Netral.com meminta Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq untuk menghadapi proses hukumnya. Hal itu dikatakan saat menghadiri buka bersama di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto di Jalan Widya Chandra, Jakarta, Rabu (7/6/2017) malam.


Said juga minta agar Habib Rizieq tidak lari dari permasalahan yang sedang menimpanya dan segera pulang ke Indonesia. "Ngapain lari? hidup sekali saja kok lari," cetus Said Aqil. "Kalau memang gentle hadapi dong konsekuensinya apapun," tambahnya.


Berbagai pendapat juga mengalir dari berbagai kalangan yang ternyata mereka sudah bosan melihat tindak-tanduk dan cara-cara politis Rizieq Shihab berkelit menghadapi hukum, sebagaimana Aliansi Masyarakat Anti Hoax (AMAH) H. Fakri Dahlan mengatakan ”sudah hadapi hukum jangan jadi banci seperti yang ada di meme dan minta dukungan pimpinan parpol, sekarang nambah lagi Jakarta tidak kondusif”, ketusnya Kamis (8/6/17) siang ini

Rabu, 07 Juni 2017

HABIBANA RIZIEQ SHIHAB BERBINTANG LIMA, ANAK BUAH BERHOTEL PRODEO

Foto exclusive Habib Rizieq
Jakarta - “Namanya Cinta Tai Ayam Pun Rasa Coklat” , istilah ini cocok bagi orang yang sedang jatuh dan mabuk karena cinta. Namun cinta seperti ini tidak akan bertahan lama, karena ketika menjalaninya “Tai Ayam” memang akan seperti tai ayam bukan “Coklat”.

Baginda Yang Mulia Habibana Rizieq Shihab di pelariannya, tepatnya di Arab Saudi masih terus menerus berjuang agar terbebas dari kasus yang menjeratnya, Baginda pun tak segan-segan menginstruksikan anggota dan loyalisnya untuk datang menjemput di Bandara layaknya Imam Khomaeni. 

Selain itu Baginda Yang Mulia Rizieq Shihab mengintruksikan untuk perang medsos dan “Buly habis musuh-musuh kita” serta gunakan akun-akun medsos anda sebagai senjata kalian. Ujarnya di unggahan youtube.

Dalam perjuangannya, Baginda dengan loyalisnya (FPI) bagaikan sepasang kekasih di mabuk cinta, sehingga anggota dan loyalisnya mau berbuat apa saja untuk menunjukkan kecintaanya terhadap Paduka Habibana Rizieq Shihab.

Perlu di ulas sedikit, saat ini nampak dalam unggahan youtobe pertemuan antara Rizieq Shihab dan Eggi Sudjana berada di kamar baginda menginap, di “Hotel Bintang Lima Kelas President Suite”, harganya dipastikan mahal dan biasanya yang menempatinya sekelas Raja dan Presiden.

Sungguh ironis, jika di bandingkan dengan keadaan Muslim Cyber Army yang sudah diciduk pihak kepolisian, karena kecintaan terhadap paduka, para “Penyebar Hoax Dan Ujaran Kebencian Serta Persekusi” itu sekarang rela menginap di Hotel Prodeo (Rumah Tahanan), sementara paduka berlibur pada pelariannya dengan alasan umroh di hotel berbintang lima sekelas Raja dan Presiden.

Pada awalnya penulis berpikir kecintaannya terhadap Paduka akan kekal dan abadi seperti istilah cinta di atas, akan tetapi pada akhirnya “Tai Ayam” rasanya “Tai Ayam” bukan “Coklat” yang dirasakan mereka, para pelaku tersebut sekarang menangis dan menyesali perbuatannya serta berhotel prodeo.

Herannya anggota dan loyalisnya tidak sadar, sekarang ini sedang dimamfaatkan oleh Baginda. Bisa dibayangkan orang yang menyuruh berjuang yaitu Baginda Rizieq Shihab “Berbintang Lima”, sedangkan anggota yang berjuang “Berhotel Prodeo”, terus nasib anak dan istrinya bagaimana, serta siapa yang mau membela.

Akan tetapi bisa saja hal tersebut sudah menjadi tradisi di FPI, kalau pemimpinnya senang senang anggotanya susah, itu sudah keharusan dan sudah biasa. Bagi mereka cukup diberikan julukan pahlawan karena sudah dianggap berjihad dan disiapkan surga di hari akhir nantinya (apakah Baginda Rizieq Shihab sudah merangkap Tuhan juga saat ini???)

Selasa, 06 Juni 2017

AKSI 9 JUNI BUKAN BELA ULAMA TAPI BELA RIZIEQ SHIHAB


Jakarta - Ansfuri Sambo mengatakan 3 hari kedepan yakni 9 Juni 2017 atau Aksi 9 Juni hari penentuan kembalinya Paduka Yang Mulia Habibana Rizieq Shihab sebagaima telah dilansir di lansir detik.com (02/06/17).


Sambo menjelaskan acara 9 juni pekan ini di Istiqlal merupakan aksi bela Ulama dan menguji kesiapan umat menyambut Paduka Yang Mulia Habibana Rizieq nantinya.


Sambo juga menegaskan pada detik.com "Kita lihat kalau ternyata besok yang datang di Istiqlal itu sejuta orang, misalnya atau 500 ribu, berarti sudah siap umat. Pokoknya habib pulang itu tergantung siap-tidaknya kita. Kalau umat sudah siap ya pulang, kalau belum ya belum," ucap Sambo.
Pernyataan Sambo ini sekaligus meminta umat untuk mengawal Rizieq Shihab saat tiba di bandara, dalam pandangan kami tersirat ada ketakutan dari Habibana akan ditangkap pihak kepolisian, sehingga apabila massa banyak Habibana Rizieq Shihab merasa polisi tidak bisa menangkapnya.


Karena pernyataan-pernyatan dari berbagai media sosial beredar rencana Polri akan tangkap Rizieq Shihab setiba di Bandara, sehingga aksi ini 9 juni segera di launching sebagai Aksi Bela Ulama padahal sudah nyata –nyata pernyataan Sambo bahwa aksi ini untuk menguji kesiapan umat dalam penjemputan Paduka Yang Mulia Habibana Rizieq Shihab.


Memang kelompok mereka ini sangat lihai dalam mengemas ivent “Bela Rizieq Shihab” dikaitkan dengan Aksi Bela Ulama dan Agama, seakan-akan bahwa Paduka Yang Mulia Habibana Rizieq Shihab mewakili ulama dan agama Islam di Indonesia.


Satu lagi kelihaian mereka adalah ivent dilaksanakan pada hari jumat, dimana saat itu umat Islam sedang melaksanakan Sholat Jumat, mau tidak mau jemaahnya pasti banyak, dan itu akan di anggap sebagai bentuk dukungan dari umat Islam kepada Sambo dalam jemput Rizieq Shihab di bandara.


Jadi sebenarnya umat yang dimaksud oleh Sambo adalah laksar-laskar yang tergabung dalam FPI dan pendukung Rizieq Shihab, jika yang lainnya datang ke Istiqlal hanya melaksanakan Sholat Jumat, tapi kalau ada yang terpengaruh maka mereka termasuk kelompok FPI dan kelompok Islam yang terkena tipu daya oleh kemasan bela ulama dan agama, padahal bela Rizieq Shihab.


Banyak pendapat para tokoh umat Islam seperti Maaruf Amin dan Din Syamsudin bahwa peningkatan status Rizieq Shihab jadi tersangka tidak ada kaitannya dengan Ulama, dan banyak pendapat lain seperti Mentri Agama dan Komnas Ham bahwa penetapan tersangka Rizieq Shihab di pastikan tidak ada kaintannya dengan Ulama.


Namun juga ada beberapa saran netizen jika Rizieq Takut dan tidak berani mengahadapi hukum agar mencari suaka di negeri Arab serta kembali ada saat kondisi politik menguntungkan bagi dia. Ada juga yang menyampaikan apapun alasannya Rizieq jika tidak pulang akan di deportasi karena visa akan habis.


Kebanyakan dari saran netizen Habib tidak usah pulang, biarkan negera Indonesia ini aman, damai dan tentram tampa kehadiran Rizieq Shihab, daripada datang merusak semuanya terutama kenyamanan kami menjalankan Ibadah Puasa dan kegiatan keagamaan umat lainnya.

Minggu, 04 Juni 2017

Habib Rizieq Pulang Kalau Jokowi Bukan Presiden


Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab tidak ingin pulang ke Indonesia dalam waktu dekat.

Rizieq berencana memperpanjang Visanya.

Dia akan menetap lebih lama di Arab Saudi. 

Kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, kliennya akan menetap setidaknya untuk satu tahun ke depan.

"Ada rencana kita akan long stay atau akan perpanjang Visa. Nanti sedang ada yang mengurus Visa yang setahun," ujar Sugito saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/6/2017).

Rizieq merasa ada upaya mengkriminalisasi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Bahkan, dia menuding, kasus yang menjeratnya saat ini atas instruksi Presiden melalui pihak kepolisian.

"Pulangnya bisa saja nanti setelah Pilpres dan Jokowi tidak jadi presiden. Ya, kalau misalnya setelah Pilpres dan Jokowi tidak jadi presiden, polisi bisa lebih netral," kata Sugito.

Tapi, Sugito membantah, perpanjangan Visa Rizieq, untuk menghindari proses hukum. 

Terutama kasus dugaan pornografi, di mana Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Tidak lah, tidak," ucap Sugito.

Perpanjangan Visa, kata Sugito, demi mengatur strategi untuk menghadapi proses hukum.

"Sehingga, kita bisa antisipasi segala kecerobohan yang dilakukan kepolisian," kata Sugito.

JANGAN PULANG YA HABIBANA


Habib.., 
Kami mohon habib tidak pulang sekarang..

Jika Habib pulang saat ini..

Kami khawatir...
Jalan Tol dari Soekarno-Hatta hingga Soedirman-Thamrin.. 
Dari Bandara hingga Pelabuhan.. 
Dari Tanggerang hingga Jakarta...
Tak bisa bergerak karena di penuhi kendaraan umat yang ikut menjemput Habib...

Kami khawatir...
Banyak darah tumpah di jalan karena umat tak lagi takut peluru.. apalagi pentungan dan gas air mata...

Kami khawatir...
Tidak lagi cuma mendengar slogan Bandung Lautan Api... 
Namun juga Surabaya, Madura, Lombok Samarinda, Pontianak dan Ujung Pandang lautan api...

Kami khawatir...
Banyak bangunan kantor-kantor pemerintah, toko-toko dan mobil mewah 'hangus terbakar' oleh kobaran api amarah umat yang tidak bisa lagi di bendung bahkan oleh seruan ulama sekalipun...

Kami khawatir...
Saudara-saudara kami, teman-teman kami, sahabat sahabat kami sebangsa dan setanah air, akan menjadi korban konflik perang saudara...

Karena itu wahai Habib...
Janganlah engkau kembali pulang saat ini...

Kami minta pengorbanan atas diri mu lagi wahai Habib...

Kerelaan mu untuk menerima cercaan dan makian sebagai seorang 'Pengecut' dari mereka yang membenci mu... 

Keikhlasan mu untuk tidak dapat membela diri dari tuduhan orang-orang bejat yang menebar fitnah atas diri mu...

Kesabaran mu untuk menerima kedzaliman demi kedzaliman penguasa atas diri istri, anak-anak dan seluruh anggota keluarga mu Habib... 

Tunggulah...
Tunggulah hingga datang waktu yang tepat bagi mu untuk kembali pulang...

Tunggulah sejenak hingga remaja-remaja tumbuh menjadi pemuda.. 

Tunggulah sejenak hingga Alqur'an lebih kuat rekat dalam iman putra-putri umat...

Tunggulah sejenak hingga kami mampu menggantikan amarah yang bergelora menjadi kekuatan yang berbalut keyakinan bahwa kematian jalan indah menuju Syurga Allah...

Tunggulah sejenak...
Saat dan waktu ketika telah lahir seratus dan seribu Rizieq-Rizieq muda dan perkasa di seantero Nusantara...
Yang akan berdiri di barisan terdepan...
Memimpin seratus juta umat untuk menegakan syari'at...

Kami bersama mu HRS...

Habib Rizieq Berencana Perpanjang Visa Untuk Tinggal di Arab Saudi Hingga 2018


Jakarta - Pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab tidak ingin pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. Rizieq berencana memperpanjang Visanya. Dia akan menetap lebih lama di Arab Saudi. 

Kuasa Hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro mengatakan, kliennya akan menetap setidaknya untuk satu tahun ke depan. 

"Ada rencana kita akan long stay atau akan perpanjang Visa. Nanti sedang ada yang mengurus Visa yang setahun," ujar Sugito saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/6/2017). Rizieq merasa ada upaya mengkriminalisasi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. 

Bahkan, dia menuding, kasus yang menjeratnya saat ini atas instruksi Presiden melalui pihak kepolisian. 

"Pulangnya bisa saja nanti setelah Pilpres dan Jokowi tidak jadi presiden. Ya, kalau misalnya setelah Pilpres dan Jokowi tidak jadi presiden, polisi bisa lebih netral," kata Sugito. Tapi, Sugito membantah, perpanjangan Visa Rizieq, untuk menghindari proses hukum. 

Terutama kasus dugaan pornografi, di mana Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. "Tidak lah, tidak," ucap Sugito. 

Perpanjangan Visa, kata Sugito, demi mengatur strategi untuk menghadapi proses hukum. 

"Sehingga, kita bisa antisipasi segala kecerobohan yang dilakukan kepolisian," kata Sugito.

Kamis, 01 Juni 2017

DIKOTOMI “ULAMA” VERSI MA’RUF AMIN DAN RIZIEQ SHIHAB


Jakarta- Ulama secara terminologi adalah pemuka dan orang yang hal ihwal ke Islaman, yang bertugas mengayomi, membina dan membimbing umat Islam kearah yang lebih baik dari aspek agama dan sosial. Berbicara agama dan sosial terkait dengan Habluminallah dan Hablumminannas.

Para ulama senantiasa membimbing kita untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh dan berbuat baik terhadap sesama manusia, serta memberikan penerangan ketika orang masuk dalam kegelapan untuk kembali kepada jalan Alloh.


Islam diterima di Indonesia dan menjadi mayoritas karena para ulama selalu membimbing dan mengayomi serta mengajarkan dengan penuh keihlasan dan kasih sayang. Padahal sebelumnya Indonesia mayoritas beragama Hindu, namun Islam diterima dengan baik.

Selain keihlasan dan kasih sayang, ulama sendiri tidak pernah mengajarkan kekerasan, menghardik, berkata kotor dan mengkafirkan umat yang lain atau sesama umat muslim, tapi secara santun dan tauladan sehingga mereka secara sadar berboyong boyong memasuki islam.

Pada perkembangan ada yang dinamakan Ulama Su’u, yaitu kebalikan dari ulama yang di atas, namun penulis tidak sependapat memakai kata ulama didepannya, karena dirasa mencenderai Islam, atau lebih baik saya sebut orang yang mengaku ulama.

Patut disyukuri dijaman sekarang ini masih banyak ulama-ulama yang mengikuti fitrahnya dan senantiasa menyejukkan umat. Figur ulama seperti itu harus kita angkat ke publik jangan sampai panggungnya kalah dengan orang yang mengaku ulama, namun tujuannya bukan membawa kepada kemajuan melainkan membuat NKRI di ambang kehancuran dan perpecahan.

Melihat Ketua MUI ketika saat jadi saksi kasus Ahok banyak pertanyaan yang menyudutkan dan seolah- olah tidak menghargainya, dengan lapang dada dan ikhlas memaafkan Ahok, dan pada saat Polri menyidik Kasus Baginda Habibana Rizieq Shibab, beliau minta Polri transparan.

Sama halnya ketika muncul isu kriminalisasi ulama yang didengungkan Baginda Yang Mulia Habibana Rizieq Shihab. Kyai Ma’ruf Amin pada republika.com melalui pesan singkat mengatakan penetapan tersangka kasus pornografi tidak ada hubungannya dengan kriminalisasi dan merupakan persoalan hukum seperti biasa (29/5/17).

Begitu cerdas dan tauladannya beliau sebagai ulama yang mementingkan kedamaian daripada membuat opini perpecahan, orang seperti ini menurut penulis adalah ulama dan benar-benar ulama, perlu digaris bawahi Ma’ruf Amin tidak pernah mengklaim dirinya ulama, walaupun Beliau sendiri adalah Ketua MUI.

Mudah-mudahan semua orang yang mempunyai pengetahuan lebih dibidang keislaman mampu menjadi ulama yang berjuang untuk persatuan dan kesatuan bangsa, sama seperti para pahlawan kita yang berjuang untuk rakyat, bukan ulama yang memecah belah umatnya dan mengkafirkan sesama umat atau menghalalkan “Persekusi” yang anarkhi dan main hakim sendiri untuk menunjukkan pengaruhnya sebagai ulama.

About