Jumat, 28 Juli 2017

Keberatan Namanya Dipakai GNPF, MUI: Bisa Adu Domba Ulama-Umara




Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan keberatan terhadap penggunaan nama dan atribut lembaganya oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Penggunaan nama MUI berpotensi jadi adu domba antara ulama dan pemimpin negara.

"MUI berkeberatan terhadap gerakan atau institusi yang melakukan labelisasi atau asosiasi institusi MUI ke dalam aksi atau kegiatannya secara tidak sah dan di luar pengetahuan MUI. Perilaku tersebut bisa berpotensi menciptakan adu domba antara ulama, umara, serta umat, dan menciptakan disharmoni kehidupan berbangsa dan bernegara," demikian bunyi penggalan pernyataan tertulis MUI yang dikutip detikcom, Jumat (28/7/2017).

MUI menegaskan GNPF bukanlah organ atau lembaga yang berada di bawah ormas yang menaungi para ulama itu. MUI mempersilakan GNPF menggelar aksi atau menyatakan pendapat, tapi jangan membawa-bawa nama MUI.

"MUI mengimbau kepada GNPF dan juga elemen masyarakat lainnya agar dalam mencari solusi keumatan hendaknya lebih mengedepankan dialog dan musyawarah terlebih dahulu daripada menggerakkan massa di jalan," demikian lanjutan pernyataan tertulis MUI.

Aksi 287 digelar oleh GNPF MUI dalam rangka menolak Perppu Ormas. Aksi ini digelar dari Istiqlal, lalu rencananya dilanjutkan dengan long march ke Mahkamah Konstitusi (MK), sekaligus mendaftarkan gugatan terhadap Perppu Ormas

Kamis, 27 Juli 2017

BERILMU TAPI PERLU BERMORAL: MAFIA BERAS ALA "ALUMNI IPB"







Jakarta. 25/7. Membaca tulisan Dr Drajat Wibowo alumnus IPB yang beredar di Medsos, berharap Presiden Jokowi menegur keras Kapolri dan Mentan dalam kasus beras. Setelah menyimak isi tulisan tersebut, menggugah hati saya mohon ijin untuk berkomentar.

Penting untuk dicatat, posisi saya juga juga tidak kenal Drajat Wibowo. Saya setuju bahwa setiap pihak yang memiliki inovasi dalam tata niaga pangan (yang bermanfaat) untuk diberi apresiasi. Namun sebaliknya bila inovasimya tidak berkeadilan dan menyengsarakan pihak lain, maka harus diberi sanksi.

Saya menyayangkan seorang ilmuwan terlalu cepat memberi justifikasi bahwa “perusahaan atau dia sebagai inovator untuk diberi penghargaan dan kalaupun salah cukup diberi pembinaan”. Ini yang membuat saya kaget tercengang dan menjadi tidak paham logika nalarnya. Indonesia adalah negara hukum, jadi kalau salah ya harus diproses hukum seadil-adilnya. Kalau salah hanya diberi pembinaan, maka itu adalah tidak mendidik dan merangsang orang untuk berbuat salah, toh hanya akhirnya hanya akan diberi pembinaan.

Publikpun tahu bahwa ini “bukan main tuduh-tuduhan” seperti yang saudara tulis. Saya yakin Satgas Pangan bertindak profesional dan pasti sudah memiliki alat bukti yang cukup dan kuat.

Selanjutnya Saudara sebagai alumnus pertanian malah bertanya-tanya “pak Mentan dan pak Kapolri ini paham pertanian tidak ya?” Statemen inipun membuat saya tidak paham. Setahu saya dan saya yakin bahwa seorang Menteri dan Kapolri itu bukan orang sembarangan bung. Saya yakin kualifikasinya. Justru saya yang bertanya-tanya dan bisa meragukan kualifikasi Saudara.

Statemen Saudara “inovasi tata niaga dengan sanggup membeli gabah petani dengan harga lebih mahal dan dia sanggup menjual dengan harga lebih mahal kepada konsumen, artinya mampu menciptakan permintaan dan imbalan marjin yang besar karena inovasinya”. Ini sangat menyakitkan dan Saya bisa meragukan moralnya.

Ingat beras ini barang pokok dan strategis. Barangnya diatur dan diawasi Pemerintah. Membeli ke petani dengan harga mahal adalah bagus bagi petani dan itu menjadi harapan kita, tetapi apabila membeli dengan harga mahal sehingga membuat pedagang lain tidak mampu bersaing itu artinya “bisnis tidak sehat”. Selanjutnya menjual harga mahal kepada konsumen, tetapi “barangnya/kualitasnya tidak setara dengan nilainya” ya jelas merugikan konsumen.

Parahnya lagi gabah/beras ini dalamnya ada subsidi input benih dan pupuk. Ini sih dia nunggu enaknya ditikungan saja, kalau mau fair semestinya dia menanam dan memproduksi beras sendiri, bukan dari subsidi input Pemreintah dong. Ingat keuntungan semestinya dinikmati secara adil dan berimbang antar para pelakunya. Bahwa meraup untung tidak wajar, diatas penderitaan orang lain (petani dan konsumen) itu tidak beretika dan dosa menurut agama bung.

Tidak benar itu pemerintahan menjadi anti petani dan anti perusahaan pertanian. Buktinya, pemerintah berpihak pada petani dan tidak anti perusahaan. Pemerintah melindungi petani dengan memberi subsidi input, subsidi rastra, program APBN, memberi asuransi pertanian, kebijakan harga bawah untuk melindungi petani, di saat harga jatuh dibawah HPP maka gabah dibeli BULOG, mendorong harga agar bisa diatas HPP sehingga petani lebih untung. 



Pemerintah memberi berbagai kemudahan bagi perusahaan untuk berinvestasi dan iklim usaha sehingga berkembang secara sehat. Pemerintah hadir untuk melindungi petani dan konsumen dengan tetap menjaga agar perusahaan pertanian bisa tetap eksis dan untung.

Terakhir dan patut diingat, bahwa penyataan keras Alumni IPB tersebut seakan menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri, timbul siul - siulan beberapa kerabat dekat yang mengatakan bahwa patut diduga beberapa Alumni IPB terlibat dalam skandal "Mafia Beras" tersebut, nama namanya besar seperti :

1. Anton Aprianto (Mantan Menteri Pertanian)
2. Lely Pelitasari Soebekty (Wakil Ketua Ombudsman Periode 2016 - 2021)

Selain kedua nama tersebut, masih ada beberapa nama yang akan mencuat secara perlahan

Penjelasan Lengkap Mentan Soal Kasus Beras PT IBU


Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menggelar konferensi pers terkait masalah beras pasca penggerebekan gudang PT Indo Beras Unggul (IBU) di Bekasi, Kamis pekan lalu (20/7/2019). Berikut jawaban lengkap Amran Sulaiman seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Pertanian:

1. Masalah hukum PT IBU diserahkan pada penegak hukum, produksi pangan menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian dengan seluruh stakeholdersnya, dan disparitas harga ditangani oleh Satgas Pangan (Polri, Kemendag, Kementan, Kemendagri, Kemen BUMN/ BULOG, KPPU).

2. Ada dua jenis subsidi terkait beras, yaitu subsidi input dan subsidi output. Subsidi output berupa subsidi harga beras atau biasa disebut beras sejahtera (Rastra) untuk rumah tangga sasaran (pra sejahtera) yang besarannya sekitar Rp 19,8 triliun yang pendistribusiannya satu pintu melalui Bulog

3. Subsidi input terkait beras, berupa subsidi benih sekitar Rp 1,3 triliun dan subsidi pupuk Rp 31,2 triliun. Selain subsidi input, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk, benih, pestisida, asuransi pertanian, alat mesin pertanian dan jaringan irigasi kepada petani yang besarnya puluhan triliun.

4. Beras yang ditemukan di Bekasi berasal dari gabah Varietas Unggul Baru (VUB), di antara varietas IR 64 yang turunannya antara lain: Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, Cigeulis, Impari, Ciliwung dan Cibogo. Total VUB yang digunakan petani sekitar 90% dari luas panen padi 15,2 juta hektar setahun.

5. Kesukaan petani terhadap varietas ini sangat tinggi, sehingga setiap akan mengganti varietas baru selalu diistilahkan dengan "IR 64" baru. Akibatnya seringkali diistilahkan varietas unggul baru itu adalah sejenis IR. Apapun varietasnya, petani umumnya menyebutnya benih jenis IR.

6. Hampir seluruh beras kelas medium dan premium itu berasal dari gabah varietas Varietas Unggul Baru (VUB) yang diproduksi dan dijual petani kisaran Rp 3.500-4.700/kg gabah. Gabah diolah/digiling menjadi beras di petani berkisar Rp 6.800-7.000/kg dan petani menjual beras berkisar Rp 7.000/kg dan penggilingan/Pedagang kecil menjual Rp. 7.300/kg ke Bulog (HPP Beras).

7. Terkait dengan perusahaan yang diperkirakan membeli gabah/beras jenis varietas VUB dari petani, penggilingan, pedagang, selanjutnya dengan prosessing/ diolah menjadi beras premium dan dijual dalam kemasan 5 kg atau 10 kg ke konsumen harga Rp 23.000-26.000/kg. Menurut hitungan Kementan terdapat disparitas harga beras premium antara harga ditingkat petani dan konsumen berkisar 300%.

8. Berdasarkan temuan di beberapa supermarket harga beras, cap Ayam Jago jenis pulen wangi super dan pulen wangi Giant Cilandak, Jakarta Selatan masing-masing Rp 25.380 per kg dan Rp 21.678 per kg. Supermarket Kemayoran, Jakarta Utara Rp 23.180 per kg. Kemudian di Malang Town Square, ayam jago beras pulen wangi super mencapai Rp 26.305 per kg.

9. Sementara dijumpai perusahaan lain membeli gabah ke petani dengan harga yang relatif sama, diproses menjadi beras medium dan dijual harga normal medium rerata Rp 10.519/kg beras. Kementan memperkirakan disparitas harga beras medium ini di tingkat petani dan konsumen Rp3.219/kg atau 44 persen.

10. Untuk diketahui nilai ekonomi bisnis beras ini secara nasional Rp 10.519/kg x 46,1 juta ton (atau setara 41,6 miliar kg) mencapai Rp 484 triliun. Diperhitungkan untuk memproduksi beras tersebut biaya petani Rp 278 triliun dan memperoleh marjin Rp 65,7 triliun. Sedangkan pada sisi hilir, konsumen membeli beras kelas medium rerata saat ini Rp 10.519/kg setara Rp 484 triliun, dan bila konsumen membeli beras premium maka angkanya jauh lebih tinggi lagi. Sementara pedagang perantara atau middlemansetelah dikurangi biaya proses, pengemasan, gudang, angkutan dan lainnya Kementan memperkirakan memperoleh marjin Rp 133 triliun. 

10. Melihat kesenjangan profit marjin antara pelaku ini tidak adil, dimana keuntungan produsen petani sebesar Rp 65,7 triliun ini bila dibagi kepada 56,6 juta anggota petani padi (data BPS diolah), maka setiap petani hanya memperoleh marjin Rp 1 juta-2 juta per tahun, sementara setiap pedagang/middleman secara rata-rata memperoleh Rp 133 triliun dibagi estimasi jumlah pedagang 400 ribu orang, sehingga rata-rata per orang 300-an juta per pedagang. Keuntungan tersebut adalah rata-rata, ada yang mendapat keuntungan sangat besar ada yang mendapat keuntungan sangat kecil. Satgas pangan menginginkan keuntungan terdistribusi secara adil dan proporsional kepada petani, pedagang beras kecil dan melindungi konsumen.

12. Hitungan keekonomian secara nasional dari bisnis beras premium/khusus: bila diketahui marjin minimal Rp 10.000/kg dikalikan total beras premium yang beredar diperkirakan 1,0 juta ton (atau 1 miliar kg), ditaksir 2,2% dari produksi beras nasional sebesar 45 juta ton setahun, maka disparitas keekonomian sekitar Rp 10 triliun. Bagaimana kalau hal ini terjadi selama beberapa tahun yang lalu?

13. Pemerintah membeli gabah sesuai HPP untuk melindungi petani saat harga jatuh dan membeli gabah di atas HPP oleh BULOG dengan pola komersial. Pemerintah mendorong agar harga lebih bagus sehingga menguntungkan petani. 

14. Komoditas beras termasuk barang pokok yang diatur dan diawasi pemerintah berdasarkan Perpres No. 71/2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting. Permendag 63/2016, Permendag No. 27/2017 dan Permendag No. 47/2017 mengatur harga acuan bawah untuk melindungi petani dan harga acuan atas untuk melindungi konsumen.

15. Terkait dengan kasus PT.IBU saat ini sedang dalam proses penyidikan aparat hukum, marilah kita menghormati proses hukum tersebut. Kita berharap penanganan permasalahan ini berdampak positif menciptakan ekonomi yang berkeadilan, meningkatkan kesejahteraan petani, tidak merugikan konsumen dan kondusif bagi kestabilan ekonomi nasional.

Senin, 24 Juli 2017

NOVEL BAKMUMIN BERAKSI: MOMENT PERGANTIAN KAPOLDA MULAI BIKIN GADUH


Jakarta- Memang luar biasa orang yang bernama Novel Bakmumin atau dikenal dengan "Fitsa Hats" dikalangan umum dan dunia virtual, pasalnya orang ini aneh dan selalu memberi pernyataan-pernyataan yang menggelikan.

Ia pun menyoroti pergantian Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan kepada Irjen Idham Azis, berikut ini "saya (Novel) berharap. Idham setelah menggantikan Iriawan, lebih berpihak kepada rakyat dan tidak membuat kegaduhan", pungkasnya (24/7/17).

Pernyataan Bapak Fitsa Hats ini luar biasakan, belum apa-apa sudah menghembuskan bahwa kegaduhan selama ini karena polisi, artinya Novel merasa selama ini tindak tanduknya lah yang membuat Jakarta aman dan kondusif dan pergantian kapolda lah yang selalu membuat gaduh.

Hebatnya lagi keadaan yang sudah aman dan nyaman, terlebih setalah pentolan FPI lari kenegara asalnya Yaman, Novel ini mulai lagi membuat kegaduhan dengan membuat pernyataan-pernyataan yang bombastis, penuh fitnah dan provokasi.

Memangnya Bapak Fitsa Hats ini siapa, apakah merasa menjadi tokoh nasional sehingga harus berkomentar dimana-mana, dan menyerang serta menjatuhkan orang lain di media.

Bisa juga, sudah tabiat dari FPI, karena apabila kita perhatikan dari pentolannya Rizieq Shihab sampai kecoronya sama, isinya adalah ujaran kebencian, fitnah dan provokasi.

Maka dari itu Bapak polisi yang dihormati, tegakkan hukum dan jangan pandang bulu, Rizieq sama dengan warga Indonesia yang lainnya, jangan lah hukum di nodai oleh orang orang yang menganggap dirinya malaikat atau dewa yang bisa memutar balikan nasib negara ini.

Kami segenap bangsa Indoensia ada di belakang pak polisi, jangan takut dengan gerakan ormas nasi bungkus atau Front Perusak Islam (FPI), kami akan pertaruhkan jiwa dan raga untuk menuntut tegaknya hukum di Indonesia.

Minggu, 23 Juli 2017

Kirab Kebhinekaan di Majalengka Lawan Paham Radikalisme




Jakarta - Kirab Kebinekaan yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) di Majalengka, Jawa Barat, berlangsung meriah. Satu per satu warga datang ke alun-alun Kabupaten Majalengka. Sejumlah atribut merah putih dan seruan cinta NKRI terus disuarakan bertujuan melawan paham Radikalisme.

Turut hadir Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (DMP) Maruarar Sirait, Bupati Majalengka Sutrisno (kanan) dan Ketua Panitia Kirab Kebhinekaan Tati Purnawati (kiri) bergandeng tangan bersama dalam Parade Kebhinnekaan di hadapan ribuan warga Majalengka, Minggu (23/7). 

Penyanyi asal Papua, Edo Kondologit memimpin massa membawakan lagu Indonesia Raya. Disambut doa dan hening pengunjung Kirab di sela peresmian.

Tidak hanya bupati dan pejabat di Kabupaten Majalengka saja. Kirab Kebinekaan ini juga dihadiri anggota DPR RI Maman Imanulhaq.

"Kami siap melawan seluruh upaya aksi radikalisme dan anti-Pancasila," seru Maman, Minggu (23/7/2017).

Maman mengaku bangga dan mengapresiasi kegiatan bernuansa merah putih ini. Dia yakin semangat masyarakat Kabupaten Majalengka untuk mencintai tanah air dapat menghilangkan perpecahan.

"Saya selalu berdoa agar masyarakat Indonesia dijauhkan dari orang yang ingin menjauhkan Pancasila dan NKRI," ujar dia.

Bupati Majalengka Sutrisno meminta masyarakat untuk tetap menjaga dan memelihara keberagaman.

"Kebersamaan hidup dalam keberagaman adalah warisan dan modal dalam membangun bangsa yang besar," ujar dia.

Dia berharap, seiring dengan pesatnya pembangunan di Majalengka, dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga dengan tanah kelahirannya. Apalagi, kata dia, pembangunan Bandara Kertajati hampir selesai.

Oleh karena itu, dia berharap keberadaan bandara menjadi kebanggaan warga Majalengka yang beragam.

"Kalau tidak jadi pindah ibu kota ke luar Jawa, Kabupaten Majalengka siap, di sini Bandara Internasional hampir rampung," kata Sutrisno.

Kamis, 20 Juli 2017

MUI SEBUT PUNYA BUKTI HTI ANTI-PANCASILA


Jakarta- Perpu Pembubaran Ormas yang dikeluarkan pemerintah menuai pro dan kontra diberbagai kalangan sebagaimana banyak dilansir bebagai media baik elektronik dan cetak, maupun media online dan sosial.

Fenomena yang muncul kepermukaan seolah-olah banyak yang kontra terhadap Perpu Pembubaran Ormas tersebut padahal sebenarnya tidak, apabila kita telisik ternyata berbagai kalangan yang kontra tersebut adalah ormas-ormas radikal dan anti Pancasila, namun pada umumnya masyarakat setuju Perpu tersebut hanya tapi tidak muncul di media.

Memang saat ini yang getol menyuarakan untuk menolak adalah HTI dan Ormas radikal lainnya, maka dari itu, Masyarakat jangan tertipu dengan opini yang mereka buat diberbagai media sosial, online maupun melalui diskusi dan symposium, karena kita akan memilih NKRI ketimbang Ormas Radikal

Karena pemerintah mengeluarkan Perpu tersebut tidak ujug-ujug, malainkan melalui proses dan langkah yang panjang serta melibatkan berbagai tokoh serta ulama di dalamnya.

Ketua Maaruf Amin menyatakan pada cnn.com pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia melalui perpu No 2/17 Tentang Ormas sudah tempat, karena HTI ormas yang menganut paham anti-Pancasila, ujarnya, Rabu (19/7/17)

Selanjutnya Maaruf Amin juga mengantongi fakta HTI pernah mendeklarasikan sikap anti-Pancasila, dan telah mempunyai bukti otentik yang membenarkan bahwa HTI ormas Anti Pancasila.

Ingat Perpu ini berlaku bagi ormas yang anti-Pancasila dan radikal, jadi kalau ormas yang tidak radikal dan tujuannya untuk memajukan bangsa Indonesia sebagai wujud demokrasi tidak usah panik dan terbawa oleh irama ormas radikal.

Makanya itu mari kita samakan persepsi bahwa kita bangsa Indonesia, pilih NKRI daripada Ormas Radikal yang terus menerus membuat gaduh dan selalu berlindung dari kebebasan demokrasi serta agama.

Senin, 17 Juli 2017

TERKUAK CERITA ASLI SOAL AXEL PUTRA JEREMY THOMAS







Jakarta- Jeremy punya versi sendiri soal kronologis penangkapan Axel Mathew, detik.com menceritakan Jeremy mengira anaknya adalah korban penculikan dan melaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya, atas laporan supirnya bahwa Axel di sergap oleh sekelompok Pria di salah satu hotel Jakarta selatan, Senin (17/7/17). 

Namun belakangan berkembang di media, Jeremy menjelaskan bahwa anak saya ditondong pistol, di borgol pakai borgol satpam, dan di paksa ngaku, serta anak saya bukan ditangkap, tapi diarahkan dan dipaksa untuk ngaku, padahal tidak ada Narkoba, ujar Jeremy, perlu saya clearkan, kemudian Jeremy mempertegas anak saya di keroyok dan dipukulin rame-rame, kompas.com, Senin (17/7//17).

Jeremy juga menceritakan pada acara Got Spot bahwa anaknya dianiaya oleh oknum anggota Bandara Soetta. Sama halnya Axel mengatakan pada kompas.com, dia dipaksa mengaku telah menggunakakan narkoba, Senin (17/7/18).

Atas berita di atas Kepala bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menilai perlu ada keseimbangan penilaian masyarakat terhadap kasus penangkapan Axel Matthew Thomas, karena fakta yang muncul sepotong-sepotong dan Martinus menjelaskan anggota Sat Res Narkoba ditampar dan di dorong saat menangkap Axel. Ujar Martinus, Senin (17/7/17).

Sebagaimana kita ketahui bahwa video yang beredar diwawancara Jeremy pada acara got spot tidak utuh, akan tetapi ada versi yang lain dan utuh di youtube, ternyata disana terlihat anggota narkoba yang diserang oleh dua orang satu perempuan dan satu laki-laki.

Dengan begitu fakta yang disuguhkan pihak Jeremy tidak utuh, dan akan menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat, namun apabila disandingkan dengan versi lain dan lengkap sebagaimana telah dirilis di youtobe, nampak anggota yang sedang di keroyok oleh dua orang. 

Sementara, wawancara Jeremy yang mengatakan bahwa tidak ada narkoba di Axel, sama dengan keterangan Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo tidak pernah menyebutkan ada Narkoba di Axel, tapi ditemukan ada bukti transaksi dan transfer atas pembelian H5.

Artinya penangkapan itu ada kaitannya dengan penangkapan sebelum oleh jajaran Sat Narkoba bandar Soetta, untuk menangkap Axel Polri tidak butuh Narkoba ditangannya karena polisi sudah mempunyai bukti-bukti lain. 

Seharusnya Jeremy mempersiapkan pengacaca untuk anaknya atas indikasi Axel membeli barang Haram tersebut, bukan merilis dan menuduh anggota Bandara menganiaya, walaupun pihak kepolisian harus menyelidiki secara transparan. 

Jika tidak terbukti oknum anggota itu menganiaya Axel, Jeremy harus tahu konsekuensinya dirinya juga bisa di polisikan, karena di anggap telah menyebar fitnah dan dua orang yang nampak dalam video tersebut juga bisa dipidanakan

Senin, 10 Juli 2017

Ada Korban Kedua Selain Pakar IT Hermansyah



Jakarta - Hermansyah diketahui tampil ILC yang kapasitasnya sebagai ahli IT dalam kasus Chat Sex yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein beberapa waktu yang lalu.




Lantaran ini Rizieq Shihab merilis komentar pada gerakanrakyat.com yang menyatakan "musibah yang menimpa bapak Hermansyah adalah bagian daripada upaya-upaya musuh kita untuk menghancurkan segala rencana-rencana bagus mereka, yaitu Rekonsiliasi", Ujar Rizieq, Senin (10/7/17).




Tidak lama dari kejadian itu beredar berita yang menyudutkan Polri di media sosial, senada dengan pernyataan Ahli Psikologi Forensik Reza Indra Giri di TV one "dalam tempo yang singkat beredar "HOAX" di media sosial yang massive dan terstuktur menyudutkan Polri, Reza mneyebutnya "Polisi Sebagai Korban Kedua",Selasa (11/7/17).




Upaya ini tiada lain untuk mendelegitimasi polisi supaya jauh dari masyarakat dan dianggap tidak mampu bekerja menciptakan kamtibmas, dan sebagai upaya memunculkan ketidakpercayaan kepada hukum, karena berdar juga HOAX di medias sosial yang menyudutkan pimpinan Polri dalam kasus ini.




Bisa juga dikatakan telah terjadi deliberasi hukum dimana hukum sendiri ditarik keranah sosial dan diperdepatkan sehingga memunculkan fenomena masyarakat untuk menuntut social juctice bukan legal justice, dengan kata lain membentuk stigma negatif kepercayaan masyarakat terhadap hukum.




Memang polisi menjadi korban kedua bukan hanya dalam kasus Hermansyah, namun beberapa kasus sebelumnya seperti Bom Kampung Melayu dan Lonewolf terorism di Masjid Faletehan, dalam tempo singkat beredar berita HOAX bahwa kejadian tersebut adalah rekayasa polisi. 




Selain itu, munculnya isu "Kriminalisasi Ulama" turut mewarnai wajah polisi di tahun 2017 ini, istilah kriminalisasi tersebut sangat menyudutkan Polri sekaligus Polri menjadi korban kedua untuk kesekian kalinya, padahal Polri hanya melaksanakan penegakkan hukum atas pelaporan yang ada. 




Fenomena ini menjadi sesuatu hal yang baru di Indonesia, dimana polisi selalu menjadi korban, dalam hal ini adalah korban kedua, sehingga menjadi suatu langkah yang bijak bagi kita semua untuk menyaring informasi atau berita dari media sosial yang selalu menyudutkan Polri, karena sesungguhnya media sosial adalah ruang yang anarkhis.

Soal Pembacokan Hermansyah, Arifin Ilham Kecam Pendukung Rizieq yang Fitnah Polri


Insiden pembacokan seorang ahli IT Hermansyah terus menuai kontroversi. Sebagian langsung mengaitkan peristiwa pembacokan ini dengan kapasitas Herman sebagai saksi ahli kasus dugaan pornografi yang menyeret pimpinan FPI Rizieq Syihab sebagai tersangka.

Mereka ramai-ramai menciptakan opini seolah-olah pembacokan tersebut berkaitan dengan komentar Herman di ILC yang menyatakan bahwa kasus Rizieq adalah hasil rekayasa.

Sebuah meme disebarkan oleh pendukung Rizieq yang isinya seolah membenarkan pelarian Rizieq ke luar negeri karena nyawanya terancam sebagaimana yang dialami oleh Hermansyah.

Meme tersebut ternyata sampai juga ke pemimpin Yayasan Az-Zikra, Ustadz Arifin Ilham. Ia secara tegas mengatakan meme tersebut merupakan fitnah terhadap Polri.

"Subhanallah fitnahnya ke abang Tito dan Polri," kata Ustadz Arifin Ilham sebagaimana dalam screenshoot percakapan WhatsApp yang beredar.

Arifin menyebut pelaku pembacokan terhadap Hermansyah adalah preman. Arifin pun meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian segara menangkap preman tersebut untuk menjawab fitnah keji pendukung Rizieq Syihab.

"Wajib ditangkap premannya bang (Tito) untuk menjawab fitnah ini," ujarnya.

Diketahui ahli IT dari ITB, Hermansyah menjadi korban pembacokan di Tol Jarograwi. Pelaku disebut berjumlah 5 orang.

Kejadian tersebut berawal ketika Hermansyah dan adiknya mengendarai mobil secara beriringan dari Jakarta menuju Depok. Hermansyah mengendarai mobil Avanza dengan nomor polisi B 1086 ZFT.

Ketika itu, mobil yang dikendarai adik Herman kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya kesenggol. Hermansyah berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut.

Dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil Hermansyah. Saat berada di KM 6 Tol Jagorawi mobil Hermansyah disuruh menepi dan diminta membuka pintu dan turun dari mobil oleh pelaku yang berjumlah 5 orang. Pada kesempatan itulah para pelaku menyerang Herman.

Akibat kejadian itu, Hermansyah mengalami luka di bagian pergelangan tangan, kepala dan leher. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat setelah sebelumnya dirawat di RS Hermina, Depok, Jawa Barat.

Minggu, 09 Juli 2017

RIZIEQ: MENGGIRING OPINI PENGEROYOKAN HERMASYAH TERKAIT DENGAN REKONSILIASI



Jakarta- Kita sepakat untuk menyerukan pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus pengeroyokan terhadap Hermansyah Alumni ITB yang terjadi KM 6 Tol Jagorawi, karena kalau tidakk bisa di pelintir oleh sekelompok orang dan mengkait-kaitkan dengan aksi rekonsiliasi. 




Sebagaimana gerakanrakyat.com merilis komentar Rizieq Shihab, yang menyatakan "musibah yang menimpa bapak Hermansyah adalah bagian daripada upaya-upaya musuh kita untuk menghancurkan segala rencana-rencana bagus mereka, yaitu Rekonsiliasi", Ujar Rizieq, Senin (10/7/17). 




Ada beberapa yang menjadi perhatian dan pertanyaan netizen, kenapa ketika ada orang yang dianggap membela Rizieq Shihab dikatakan musibah sementara yang dianggap lawannya disebut kena Mubahallah, (apakah Rizieq sudah menjadi Tuhan bisa langsung menurunkan adzab bagi manusia?). 




Kendati demikian Bachtiar Natsir mengambil inisiatif untuk berkomentar pada hari yang sama walaupun agak bertolak belakang dengan Bos Besarnya Rizieq Shihab, hampir sama dengan ketika Rizieq merilis ada sniper mengincarnya, namun di bantah juga oleh laskarnya sendiri bahwa itu bukan sniper tapi akibat anak-anak yang bermain.




Ketua GNPF-MUI Bachtiar Natsir menegaskan pada detik.com "kasus pembacokan Hermansyah tidak ada kaitannya dengan status dia sebagai saksi ahli Rizieq Shihab, namun akibat senggolan kemudian terjadi pengoroyokan" Ujarnya, Senin, (10/7/17).




Kedua orang ini, nampak berbeda dalam rilis di media atas kasus Hermansyah, yang satu coba mengarahkan kejadian ini dikaitkan dengan diri dan perjuangannya untuk lepas dari kasusnya (Chat Sex), yang satunya lagi menjenguk dan berkomentar agar masyarakat tidak mengkaitkan dengan kasus Chat Sex, karena murni pengeroyokan.




Mudah-mudahan netizen bijak dalam melihat persolan ini dan mendoakan agar pihak kepolisian cepat mengungkap kasus ini. Sehingga apa yang sudah di rilis Rizieq Shihab segera mendapat jawabannya.




Satu lagi yang aneh menurut netizen dalam komentar berita komentar Rizieq yang dirilis oleh gerakan rakyat.com, Rizieq mengatakan FPI agar membantu aparat untuk mengejar , mencari, memburu, dan menangkap semua pelaku kejahatan tersebut!, Ujar Rizieq, Senin (10/7/17). 




Atas pernyataan Rizieq tadi, rupanya Dia tidak sadar bahwa dirinya sendiri adalah buronan atas kasus yang menjeratnya, yang menjadi pertanyaan masa ada penjahat menyerukan aparat untuk mengejar pejahat yang lainnya.

Jumat, 07 Juli 2017

PROPAGANDA KAUM RADIKALIS TANPA SADAR


Propaganda 1:
Orang syiah diklaim bukan islam
Orang NU diklaim sebagai syiah
Orang wahabi mengaku sebagai sunni

Jika propaganda ini berhasil, orang tidak percaya lagi kpd NU, Dan bearti orang islam di indonesia hanya tinggal 1000an yakni hanya orang wahabi, yang lain itu syiah dan bukan islam.

Propaganda 2:
PKI sudah dibubarkan
Pemerintah diklaim sebagai PKI dan kebangkitan Komunis
Radikalis berlagak memerangi PKI

Jika propaganda ini berhasil, maka kaum radikalis punya alasan membubarkan pemerintahan dan leluasa mengusai negara dengan bantuan tangan orang orang awam.

Propaganda 3:
Negara ini adalah negara thagut
Negara memerangi umat islam
Pancasila dan garuda adalah berhala
Umat islam jangan menyembah berhala

Jika propaganda ini berhasil, yang mahasiswa-pun bisa jadi khilafis dan radikalis, yang awam bisa jadi bomber, yang setengah pinter bisa jadi agen hoax dan fitnah.

Lalu apa yang diharapkan? Tujuannya adalah agar negara kacau, jika kacau mereka mulai memerankan aksinya lalu masuk seperti ISIS mengebom apa saja yang dianggap kafir, musyrik dan yang dianggap musuh mereka, untuk, mengejar ilusi mereka 'khilafah'.

Lalu Siapa yang rawan jadi korban propaganda diatas:
1. Orang awam yang belajar agama lewat medsos lalu salah memilih situs dakwah.
2. mahasiswa negeri yang awam masalah agama, lalu terjebak dalam daurahan kaum khilafis dan radikalis.
3. ustadz yang baru pegang gadget, lalu masuk ke grup grup dakwah (grup radikal)
4. Artis yang ingin mendadak tampil agamis, agar mendadak dipanggil ustadz dan ustadzah
5. Dokter yang awam namun baru semangat belajar agama di masa dewasa, ia masuk ke situs situs dakwah namun salah memilih situs.
6. Wanita dewasa yang baru semangat belajar agama.
7. Jamaah masjid perkotaan yang pengurusnya jarang dari kampung tersebut
8. Para barisan sakit hati (bisa sakit hati ke negara atau ormas NU)
9. Anak anak yang di asramakan dipondok berhaluan wahabi biasanya asrama tahfidz via ajaran wahabi
10. kaum yang biasa bawa pentung juga rawan terkena jebakan virus propaganda ini, sebab dalam otaknya sudah ada bibit radikalis.

Kamis, 06 Juli 2017

M. Hidayat Pelapor Kaesang Berstatus Tersangka dan Pekerjaanya Melaporkan Orang Untuk Diperas


Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dilaporkan ke polisi atas tuduhan melakukan penodaan agama serta menyebarkan kebencian. Pelaporan itu terkait video blog (vlog) Kaesang yang berjudul #BapakMintaProyek.

Berdasarkan surat laporan yang dilihat kumparan (kumparan.com), Kaesang dilaporkan oleh seseorang yang bernama Muhammad Hidayat S. Hidayat melaporkan hal tersebut ke Polres Bekasi Kota pada hari Minggu, 2 Juli 2017.

Berdasarkan penelusuran kumpan, Hidayat ternyata pernah berurusan juga dengan kasus hukum di Polda Metro Jaya. Bahkan Hidayat sempat ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar. "Pelapor akun Kaesang ini memang sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan ujaan kebencian (hate speech) juga," ungkap Hero di Kantor Polresta Bekasi, Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (5/7).

Hidayat ditetapkan sebagai tersangka karena menyebar video Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan pada saat Aksi Bela Islam tanggal 4 November 2016 lalu. Ia dijerat dengan Undang-Undang ITE.

Atas perbuatannya, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo, Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 28 ayat jo, Pasal 45 ayat 2 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penyidik bahkan sempat menahan Hidayat pada 15 November 2016 namun kemudian dilakukan penangguhan penahanan. Kendati demikian, polisi memastikan kasus Hidayat masih terus berjalan.

"Masih berjalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lalu, karena mengolok-olok anggota Polri," ujar Heru.

Dikonfirmasi secara terpisah, Hidayat tidak menampik bahwa dia juga pernah terjerat kasus hukum di Polda Metro Jaya. Namun dia enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Yah itu enggak usahlah. Enggak usah dibahas, diungkit-ungkit lagi," kata Hidayat saat ditemui kumparan.

Ia pun mengaku tidak terafiliasi dengan kelompok manapun. "Enggak ikut mana-mana. Saya cuma rakyat biasa, rakyat jelata," ujar Hidayat 

Selain itu, hasil penelusuran dan informasi dari masyarakat Hidayat selain rakyat jelata, mengais rezeki dengan melaporkan orang dan memeras untuk urusan perut.

Rabu, 05 Juli 2017

KONTRIBUSI MUSLIM CYBER ARMY DALAM GERAKAN LONE WOLF TERORIS



Jakarta- Awalnya peran muslim cyber army adalah menyelamatkan sela-sela kecil yang dimanfaatkan oleh kaum anti-Islam dalam menggoyahkan world view umat Islam dalam tulisan di penapembaharuan.com dengan Judul The Power of “Muslim Cyber Army”, (27/1/17).

Selanjutnya dalam tulisan ini dijelaskan keberadaan Muslim Cyber Army (MCA) tidak untuk menyebar fitnah, mengadu domba antar manusia atau memberitakan hoax. Akan tetapi melawan tuduhan dan menyebarkan kebenaran. Sebab inilah “cyber war” lebih tajam dari pisau dan lebih mematikan dari pistol.

Namun pada perkembangannya pergerakan MCA telah terjadi penyimpangan, alih-alih meluruskan kebenaran, malah memutarbalikan kebenaran untuk menyerang salah satu institusi, lembaga, atau orang tertentu agar merusak kredibilitasnya atau agar semua orang akan benci dan memusuhi serta tergerak untuk melakukan tindakan fisik (Lone Wolf).

Selain itu dari sekolompok orang yang mangatasnamakan MCA juga membuat kelompok yang disebut Muslim Cyber Bersatu (MCB) dan sekarang ini berkembang menjadi Leaderless Cyber Army (pasukan cyber tanpa pemimpin).

Namun antara yang terpimpin dan tidak terpimpin ada hubungan secara ideologi, faham dan tujuan, karena dari postingan merekalah jiwa-jiwa mereka terpanggil untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian dan menghujat pemerintah serta aparatnya.

Sel-sel yang tidurpun akan bangun apabila terus menerus di bakar, bahkan organisasi semi radikal pun akan berubah menjadi radikal atau Teroris, apabila suguhan postingan tersebut terus menurus mengskriditkan dan menuduh pemerintah, apalagi trend sekarang ini adalah isu yang dikeluarkan oleh Sang Imam Besar, yaitu “Kriminalisasi Ulama”.

Sampai-sampai Majelis Ulama Indonesia menganggap masalah ini masalah serius di tanah air dan menerbitkan Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.

Ketua umum MUI Ma'ruf Amin pada kompas.com (5/6/17) mengatakan, fatwa tersebut dibuat berdasarkan kekhawatiran akan maraknya ujaran kebencian dan permusuhan melalui media sosial.
Selanjutya Ma'ruf berharap fatwa tersebut bisa mencegah penyebaran konten media sosial yang berisi berita bohong dan mengarah pada upaya adu domba di tengah masyarakat, permusuhan yang dilarang oleh agama. Ujarnya pada kompas.com (5/6/17).

Dalam fatwa MUI tersebut tercantum beberapa hal yang diharamkan bagi umat Islam dalam penggunaan media sosial diantaranya:
1. Setiap Muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan melakukan gibah (membicarakan keburukan atau aib orang lain), fitnah, namimah (adu domba), dan penyebaran permusuhan.
2. Setiap muslim mengharamkan aksi bullying, ujaran kebencian serta permusuhan atas dasar suku, agama, ras atau antargolongan.
3. Haram pula bagi umat Muslim yang menyebarkan hoaks serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup.
4. Umat Muslim juga diharamkan menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar'i. Haram pula menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.
5. MUI juga melarang kegiatan memproduksi, menyebarkan dan-atau membuat dapat diaksesnya konten maupun informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

Harapan keberadaan Fatwa MUI tersebut dapat membendung aksi provokasi, agitasi, dan propaganda di media sosial, apalagi membawa-bawa identitas suatu agama, seperti MCA dan MCB.

Faktanya Lone Wolf Teroris terpengaruh konten di media sosial, hasil unggahan dari yang mengatasnamakan MCA, MCB atau simpatisannya dan sudah banyak contoh, yang terakhir aksi Mulyadi di Masjid Faletehan terhadap dua orang polisi dan banyak kasus lainnya.

Menghadapi fenomena di atas yang terpenting bijak dari netizen dalam membaca dan memahami suatu konten dalam media sosial, dan gerakan dari kaum muslim yang di catut namanya oleh cyber army yang menggunakan nama muslim.


KOMNAS HAM: PADA FILM KAAL PESAN KEMANUSIAANYA KUAT


Muhammad Nurkhoiron (Komisioner Komnas HAM)


Jakarta :Komisioner Komnas HAM turut menanggapi mengenai film pendek "Kau Adalah Aku Yang Lain".

Menurut Nurkhoiron, kontroversi itu hal biasa. Anggap saja itu iklan. Dari perspektif HAM film itu bagus dan mempunyai pesan kemanusiaan yang kuat. Hal ini mengingat pendidikan tentang nilai-nilai kemanusiaan saat ini masih sangat kurang, bahkan cenderung terabaikan.

Saya sangat mendukung film itu, karena memiliki pesan nilai kemanusiaan yang kuat disamping merupakan salah satu sarana untuk pendidikan. Justru kalau film itu dicabut (diturunkan dari halaman Facebook) itu adalah langkah mundur. (Ts)

Selasa, 04 Juli 2017

Rizieq Minta Rekonsiliasi, JK : Hukum Tetap Jalan




Jakarta - Habib Rizieq Syihab meminta dilakukannya rekonsiliasi dengan pemerintah. Tapi Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan rekonsiliasi tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan.


"Ya semua orang di Indonesia ini sebagai warga negara, ya tentu bisa diadakan rekonsiliasi, terkecuali kita tidak rekonsiliasi yang mempunyai tindakan hukum. Tapi saya tidak tahu persoalannya, saya tidak mengikuti," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).


Menurut JK, permintaan upaya rekonsiliasi akan dipelajari pemerintah. Namun JK menegaskan batasan pemisahan rekonsiliasi dengan hukum. 


"Tetapi bahwa rekonsiliasi saling itu bisa terjadi walaupun juga hukum tetap berjalan, ada batas-batas begitu," sambungnya.


Sebelumnya ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengusulkan pemerintah melakukan abolisi terkait dengan penuntasan kasus Rizieq. Namun Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengimbau Rizieq mengikuti proses hukum yang berlaku.


"Saya nggak ngerti bagaimana abolisinya. Sudahlah ya, banyak yang lebih penting kita pikirkan di negara ini. Soal Rizieq Syihab ya hadapi saja proses hukum," ujar Iriawan.


Menurutnya, tidak ada perbedaan dalam penanganan perkara. Proses hukum Rizieq juga sudah berjalan.


"Proses (hukum) ini kan memang ada. Kita kan menganut equality before the law. Kasihan dong masyarakat lain, proses hukum dibeda-bedakan," tuturnya. 
(fiq/fdn)

Teroris ISIS, LONE WOLF dan Leaderless Jihad, Muslim Cyber Army: Serupa Tapi Sama

Muslim Cyber Army Serupa ISIS 

Jakarta - Ancaman Terorisme di Indonesia kian kronis dan menggila, polisi usai Salat pun menjadi sasaran serangan terorisme di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri pada 30 Juni lalu. 


Sebagaimana di sampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo penusukan dua anggota Brimob Polri selesai melaksanakan salat mengerikan dan aksi terorisme sudah menggila, padahal salat adalah sakral dalam Islam, saat apel pagi bersama jajaran Staf Kementrian Dalam Negeri, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin, (3/7/17).


Terorisme di Indonesia biasanya terkait dengan jaringan terorisme Dunia Internasional seperti Al-Qaeda dan ISIS, namun ada juga terorisme yang disebut dengan Lone Wolf (serigala tunggal). 


Secara terminologi Lone Wolf adalah kejahatan terorisme untuk memberikan dukungan terhadap ideologi, gerakan, dan kelompok tertentu namun pelakunya pejuang tunggal tidak terkait dengan organisasi lainnya. Mulyadi pelaku penusukan terhadap dua anggota Brimob usai Salat itu dapat dikategorikan sebagai terorisme secara Lone Wolf, 30 Juni yang lalu. 


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan “Mulyadi melakukan aksi ini lantaran termotivasi dari maraknya materi-materi yang diunggah dalam grup-grup telegram radikal tentang amaliyah dengan modus penusukan kepada anggota Polri secara Lone Wolf”, Minggu (2/7/17). 


Sementara itu maraknya materi radikal yang di unggah dalam media sosial itu oleh kelompok yang menamakan Muslim Cyber Army, Muslim Cyber Bersatu, dan sempalan-sempalannya.


Kegiatan mereka setiap hari menghujat pemerintah termasuk polisi dan menebar kebencian, sehingga banyak masyarakat yang pengetahuannya terbatas terpengaruh. 


Kejadian terkini, adanya pemasangan bendera ISIS di Polsek Kebayoran Lama, Selasa (4/7/17) sekaligus ada pesan dalam botol aqua dalam karton kuning yang salah satunya memuat tulisan:


"Wahai para Anshor Thogut Polri, TNI, Banser, Densus, dan para antek-antek laknatulloh, bertobatlah kalian dari jalan yg menyesatkan itu, berhentilah kalian menyembah dan melindungi berhala yg kalian banggakan, yg kalian sebut dengan nama Pancasila najis itu yg telah menggantikan hukum Allah dengan hukum jahiliyah yg telah kalian buat, Sadarlah kalian sesungguhnya kalian berperang di batisan Thogut, dan kami berperang di barisan iman”.


Tulisan-tulisan ini bukan kali ini saja ditemukan di Polsek Kebayoran Lama, namun kita dapat temukan setiap hari di Group-Group WA atau jejaring virtual lainnya sebagai sarana Muslim Cyber Army (MCA) dan Muslim Cyber Bersatu (MCB) serta sempalannya untuk mempengaruhi masyarakat agar membeci pemerintah dan aparatnya. 


Apalagi gerakan mereka masif setelah mendengar seruan Sang Imam Besar yang mendukung perjuangan ISIS untuk Khilafahnya, sampai-sampai MCA dan MCB serta sempalannya menuduh aksi terorisme di Kampung Melayu dan di Masjid Faletehan adalah buatan Polri dan Pimpinannya tega mengorbankan anak buahnya. 


Orang awan dan orang yang tidak jeli, akan sangat terpengaruh dengan bahasa atau opini yang dibuat oleh mereka dan menjadikan seseorang sebagai lone wolf atau leaderless Jihad (Jihad tanpa pemimpin).


Selanjutnya, lama-kelamaan masyarakat akan menganggap bahwa terorisme bukan suatu ancaman terhadap negeri ini, karena mereka fokus terhadap seruan dari MCA dan MCB serta sempalan-sempalannya sekaligus membenci pemerintah.


Apapun istilah dan terminologi yang dipakai atau menempel, tetap saja ujungnya menimbulkan ketakutan dan kecemasan di masyarakat sesuai arti hakiki dari teror yaitu dari bahasa latin “Terrere, yang berarti “gemetar” atau “menggetarkan” atau juga "menakutkan".

Senin, 03 Juli 2017

RIZIEQ COBA TUTUPI KONFLIK ANTARA TIM 7 GNPF-MUI DAN PRESIDIUM ALUMNI 212




Jakarta - Begitu hebatnya pengaruh rizieq untuk menyelesaikan konflik antara Tim 7 GNPF-MUI pimpinan Ust Bachtiar Natsir dengan Presidium Alumni 212 Ust Sambo, cukup ceramah dan mengupload ke media sosial, masalah antara kedua kubu ini selesai. 




Rizieq Shihab mengatakan “kepada para sahabat dari mulai gerakan GNPF-MUI yang terus membangun dialog dengan semua pihak termasuk dengan pemerintah Indonesia... bahwa selama ini semua gerakan tersebut saling melengkapi dan saling menyempurnakan serta saling menguatkan satu sama lainnya, karena di bangun atas pengertian sehingga menjadi kekuatan yang sangat dahsyat”, Ujarnya, Minggu (01/7/17). 




Padahal Ketua Alumni 212 telah merelease bahwa menyayangkan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Jokowi. Sikap Sambo yang menyayangkan ini kemungkinan tidak terlepas dari GNPF-MUI yang bertindak sendiri tanpa sepengetahuan Sambo. Sambo merasa seperti kurang dianggap oleh GNPF-MUI, Ujarnya Rabu (28/6/17).




Apabila konflik terjadi tidak terjadi tidak mungkin, karena hampir semua media mainstream memberitakannya terutama yang di kenal dengan "Resolusi Jogja". Namun wajar saja jika Ust Sambo merasa di tinggalkan oleh Ust Bachtiar Natsrir, karena awalnya mereka berjuang bersama-sama untuk menggulingkan ahok dan membuat repot pemerintah, sekarang giliran baik-baikan Ustad Sambo tidak di ajak.




Hebatnya lagi kabar ini telah di dengar Rizieq Shihab di negara asalnya yaitu Yaman, dan Dia buru-buru merelease ceramahnya seperti telah disebutkan di atas, bahwa tidak ada satu konflik dan perjuangan yang saling melengkapi, padahal Ustad Sambo orang dekatnya Prabowo Subianto Sudah mengeluarkan "Resolusi Jogja".




Kalau urasan mengkondisikan dari bulat jadi lonjong, dari lurus jadi kusut memang Rizieq Shihab ahli dibidangnya, walaupun isinya berbohong mesin pendeteksi kebohongan apapun tidak akan bisa mendeteksi Rizieq Shihab.




Kembali kepada konflik tadi, memang sebelum mereka melaksanakan rekonsiliasi dan revolusi terhadap Negara Indonesia, seharusnya mereka melakukan secara internal terlebih dahulu. Kerena sejauh ini Indonesia aman dan kondusif, anehnya kenapa mereka bilang seolah-olah Indonesia dalam keadaan genting dan perlu revolusi. 




Apa dalam waktu dekat ini menginjak tahun 2018 dan 2019 mereka mempunyai rencana mengggoyang pemerintah lagi, karena di tahun tersebut adalah tahun yang subur untuk mendulang emas terkait dengan Pilpres 2019.

KEPIAWAIAN SANG IMAM BESAR MEMBENDUNG KASUS CHAT SEX DENGAN MENISTAKAN TAKBIR




Jakarta - Luar bisa memang kiprah Sang Imam Besar dalam membendung  kasus-kasus yang menjeratnya, ada 7 laporan polisi tetapi kali ini fokus terhadap kasus Chat Sex yang melibatkan dara cantik asal poso yang bergerak dalam suatu yayasan sekaligus murid tercinta Sang Imam Besar.

Perlu angkat jempol dan salut terhadap kepiawaian Sang Imam Besar dalam membendung kasus Chat Sex, mungkin perlu di contoh dengan membuat organisasi baru seperti GNPF-MUI, Presidium Alumni 212, dan organisasi baru lainnya buatan Sang Imam Besar, sehingga ketika organisasi semua bersuara seolah-olah elemen masyarakat banyak yang mendukungnya, padahal orangnya itu-itu saja.

Tiada lain  Imam Besar dan gerombolannya  yang setiap ucapkan kalimat kebencian selalu disertai dengan takbir seperti : “Siap bela ISIS ? Takbir ! Siap bunuh pendeta? Takbir ! Siap kepung istana? Takbir !” Bahkan ada juga anak-anak kecil yang berpawai sambil bertakbir yang kemudian diikuti kalimat : “Bunuh Ahok, Bunuh Ahok !” ujar Muhammad Zazuli, Minggu (01/07/17).

Muhammad Zazuli mengatakan  Takbir yang sejatinya adalah kalimat suci perlambang kerendahan hati terhadap kuasa Tuhan secara perlahan berubah menjadi simbolisme kekerasan yang tiap kali diucapkan justru membuat takut orang yang mendengarnya.

Selanjutnya Zazuli menegaskan Lama-lama setiap kali dengar takbir orang justru akan takut dan merasa akan terjadi suatu tindak kekerasan. Maka yang dilakukan Imam Besar itu adalah penistaan agama atau tepatnya adalah penistaan Takbir, Ujarnya Minggu (01/07/17).

Dalam pada itu Gerombolan tersebut kini berhasil ketemu Presiden Jokowi, dan telah di klaim oleh Iman Besar sang Penista Takbir bahwa itu stategi untuk membebaskan dirinya, dalihnya seperti biasa “Kriminalisasi Ulama”.

Namun jika benar-benar keinginan GNPF-MUI dikabulkan membebaskan Sang Imam Besar, negara akan rugi dan menunjukkan merosotnya kewibaan negara benar-benar terjadi.

Sekarangi ini gerombolan Imam Besar sengaja menggembor-gemborkan keadaan Indonesia tidak kondusif, padahal sejauh ini aman dan tidak terjadi apa-apa, atau jangan-jangan  tidak kondusif  dalam hal ini kasus privasinya Imam Besar terbongkar, sehingga Imam Besar sang Penista Takbir segaja membawa-bawa agama dan negara agar menggerakkan garis islam keras.

Selain itu perlu di waspadai kelompok Imam Besar  ini saat menghadapi Pilpres 2019, saya yakin Indonesia akan dibuat gaduh demi meloloskan calon pilihannya, sehingga perlu ada kewaspadaan negara apabila kasus chat sex tidak berlanjut  maka tuduhan kriminalisasi ulama dianggap terjadi. Namun, jika kasus dituntaskan sampai pengadilan masyarakat akan mengetahui siapa sebenarnya Sang Imam Besar.

About