Senin, 10 Juli 2017

Soal Pembacokan Hermansyah, Arifin Ilham Kecam Pendukung Rizieq yang Fitnah Polri


Insiden pembacokan seorang ahli IT Hermansyah terus menuai kontroversi. Sebagian langsung mengaitkan peristiwa pembacokan ini dengan kapasitas Herman sebagai saksi ahli kasus dugaan pornografi yang menyeret pimpinan FPI Rizieq Syihab sebagai tersangka.

Mereka ramai-ramai menciptakan opini seolah-olah pembacokan tersebut berkaitan dengan komentar Herman di ILC yang menyatakan bahwa kasus Rizieq adalah hasil rekayasa.

Sebuah meme disebarkan oleh pendukung Rizieq yang isinya seolah membenarkan pelarian Rizieq ke luar negeri karena nyawanya terancam sebagaimana yang dialami oleh Hermansyah.

Meme tersebut ternyata sampai juga ke pemimpin Yayasan Az-Zikra, Ustadz Arifin Ilham. Ia secara tegas mengatakan meme tersebut merupakan fitnah terhadap Polri.

"Subhanallah fitnahnya ke abang Tito dan Polri," kata Ustadz Arifin Ilham sebagaimana dalam screenshoot percakapan WhatsApp yang beredar.

Arifin menyebut pelaku pembacokan terhadap Hermansyah adalah preman. Arifin pun meminta kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian segara menangkap preman tersebut untuk menjawab fitnah keji pendukung Rizieq Syihab.

"Wajib ditangkap premannya bang (Tito) untuk menjawab fitnah ini," ujarnya.

Diketahui ahli IT dari ITB, Hermansyah menjadi korban pembacokan di Tol Jarograwi. Pelaku disebut berjumlah 5 orang.

Kejadian tersebut berawal ketika Hermansyah dan adiknya mengendarai mobil secara beriringan dari Jakarta menuju Depok. Hermansyah mengendarai mobil Avanza dengan nomor polisi B 1086 ZFT.

Ketika itu, mobil yang dikendarai adik Herman kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya kesenggol. Hermansyah berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut.

Dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil Hermansyah. Saat berada di KM 6 Tol Jagorawi mobil Hermansyah disuruh menepi dan diminta membuka pintu dan turun dari mobil oleh pelaku yang berjumlah 5 orang. Pada kesempatan itulah para pelaku menyerang Herman.

Akibat kejadian itu, Hermansyah mengalami luka di bagian pergelangan tangan, kepala dan leher. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat setelah sebelumnya dirawat di RS Hermina, Depok, Jawa Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About